Koperasi Simpan Pinjam UED SP

Banyak koperasi yang kita jumpai saat ini hanya berwujud seperti warung atau toserba yang menyediakan berbagai keperluan rumah tangga dan kebutuhan dasar para anggotanya. Tidak hanya disekitar lingkungan rumah tangga, instansi pendidikan seperti sekolah dan kampus maupun perkantoran yang memiliki koperasi sendiri pun menganggapnya seperti itu. Asumsi masyarakat inilah yang menyebabkan koperasi disekitar mereka tidak berjalan dengan semestinya. Yang dimaksud dengan semestinya bahwa koperasi merupakan suatu wadah yang bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya, serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewujudkan masyarakat yang maju, adil dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

Koperasi Simpan Pinjam didirikan bertujuan untuk memberi kesempatan kepada anggotanya untuk memperoleh pinjaman dengan mudah dan dengan bunga ringan. Koperasi simpan pinjam juga berusaha untuk mencegah para anggotanya agar tidak terlibat dalam jeratan kaum lintah darat pada waktu mereka memerlukan sejumlah uang, dengan jalan menggiatkan tabungan dan mengatur pemberian pinjaman uang dengan bunga yang serendah-rendahnya, Koperasi simpan pinjam menghimpun dana dari para anggotanya yang kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggotanya.

Koperasi Simpan Pinjam Jasa dididirikan oleh para pengusaha kecil dan menengah pada dekade 1970-an yang memberi solusi dalam mengatasi kesulitan untuk mendapatkan bantuan permodalan, karena pada umumnya mereka mengelola usahanya secara tradisional.

Untuk menanggulangi kesulitan tersebut pada tanggal 13 Desember 1973 di kediaman Bapak H.A.Djunaid (Alm) seorang Tokoh Koperasi Nasional, diadakan pertemuan yang terdiri dari tokoh masyarakat dari ketiga etnis : pribumi, keturunan china dan keturunan arab. Mereka sepakat membentuk koperasi yang usahanya dalam bidang simpan pinjam. Dan atas dasar kesepakatan, koperasi tersebut diberi nama “JASA” dengan harapan agar dapat memberikan jasa dan manfaat bagi anggota,gerakan koperasi, masyarakat, lingkungan dan pemerintah.

Sejak berdiri sampai sekarang mengikutsertakan secara aktif semua pihak dan golongan tanpa membedakan suku,ras,golongan dan agama semata-mata hanya untuk bersatu padu dalam hidup berdampingan untuk memecahkan masalah di bidang ekonomi secara bersama-sama dalam satu wadah koperasi. Untuk itulah Koperasi Simpan Pinjam Jasa mendapat predikat “Koperasi Kesatuan Bangsa“.

Usaha pemerintah dalam pembangunan ekonomi khususnya dalam bidang koperasi perlu mendapat dukungan dn partisipasi aktif dari masyarakat sehingga tujuan ekonomi dapat terwujud. Kedudukan koperasi sangatlah penting dalam mengembangkan potensi ekonomi rakyat demi terwujudnya kehidupan demokrasi ekonomi berdasarkan asas kekeluargaan dan keterbukaan. Koperasi mempunyai kesempatan yang luas dan dapat tetap bertahan dalam persaingan global, namun demikian dirasakan bahwa koperasi belum sepenuhna menjadi kompetitor yang handal pada era kompetisi ini. Hal ini disebabkan karena pada umumnya koperasi merupakan badan usaha yang masih memiliki kelemahan , baik aspek manajemen, kewirausahaan, teknologi yang digunakan dan kememapuan untuk bersaing, maupun modal, walaupun pada saat krisis ekonomi koperasi masih mampu bertahan.
Koperasi sebagai suatu sistem ekonomi, mempunyai kedudukan yang cukup kuat, yaitu berpegang pada Pasal 33 UUD 1945, khususnya ayat 1 yang menyebutkan bahwa “ Perekonomian disusun sebagai usaha bersama atas asa kekeluargaan”. Dalam pemjelasan UUD 1945 itu dikatakan bahwa bangun usaha yang paling cocok dengan menggunakan asas kekeluaargaan itu adalah koperasi. Pada penjelasan konstitusi tersebut juga dikatakan bahwa sisitem ekonomi Indonesia didasarkan pada asa Demokrasi Ekonomi , dimana produksi dilakukan oleh semua dan untuk semua yang wujudnya dapat ditafsirkan sebagai kopoerasi.
Dalam pemberian defenisi tentang koperasi oleh para ahli dan undang – undang Perkoperasiaan , telah memberi penekanan pada “ koperasi adalah perkumpulan orang – orang….” maksud dari pemberian penekanan ini adalah untuk menjelaskan bahwa koperasi bukanlah kumpulan dari modal (pemodal ), seperti halnya pada perusahaan. Ini tidaklah berarti bahwa modal itu tidak penting bagi koperasi atau merupakan subordinat part saja. Seperti halnya perusahaan, modal bagi koperasi itu adalah bagaikan darah bagi tubuh manusia (Hendrojorgi:2002).
Pembangunan sektor ekonomi merupakan salah satu sarana yang harus dilaksanakan untuk mewujudkan pencapaian tujuan tersebut diatas, dengan didikung dengan partisipasi aktif dari masyarakat sebagai subjek pembangunan serta tanggung jawab pemerintah secara bersama dengan mengacu pada pasal 33 ayat 1 undang – Undang dasar 1945 yang berbunyi ‘ Perekonomian disususn sebagai Usaha Bersama atas Asas Kekeluargaan”.
Dalam penjelasan pada pasal tersebut diuraikan bahwa produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau pemilikan anggota “masyarakat”, kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang – seorang. Bangun koperasi yang sesuai dengan itu adalah Koperasi.
Keterlibatan Koperasi dalam perekonomian nasional diharapkan dapat menunjukan peranan dan fungsinya. Dengan demikian koperasi akan menjadi sokoh guru perekonomian nasional. Oleh karena itu, koperasi harus mampu menjadi wadah dalam mensejahterakan anggotanya serta masyarakat disekitarnya.
Hal ini seperti tujuan koperasi yang tercantum dalam Undang – Undang RI No 17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian Bab II pasal 4 sebagai berikut : Koperasi bertujuan memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya sekaligus sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari tatanan perekonomian nasional yang demokratis dan berkeadilan. Agar hal itu dapat terwujud , koperasi membutuhkan dorongan berupa manajemen koperasi yang profesional serta dukungan dari anggotanya berupa kesadaran berpartisipasi aktif untuk menjadikan koperasi sebagai suatu lembaga ekonomi yang maju.
Demikian halnya dengan Koperasi Simpan Pinjam Senyum lestari ,dibentuk agar dapat memenuhi kebutuhan bagi anggotanya, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan anggotanya. Koperasi simpan pinjam. didirikan untuk memberi kesempatan kepada anggotanya memperoleh pinjaman dengan mudah dan bunga ringan. Koperasi simpan pinjam berusaha untuk, “mencegah para anggotanya terlibat dalam jeratan kaum lintah darat pada waktu mereka memerlukan sejumlah uang…dengan jalan menggiatkan tabungan dan mengatur pemberian pinjaman uang dengan bunga yang serendah-rendahnya “. Koperasi simpan pinjam menghimpun dana dari para anggotanya yang kemudian menyalurkan kembali dana tersebut kepada para anggotanya.
Menurut Widiyanti dan Sunindhia, koperasi simpan pinjam memiliki tujuan untuk mendidik anggotanya hidup berhemat dan juga menambah pengetahuan anggotanya terhadap perkoperasianKegiatan koperasi simpan pinjam yaitu untuk menghimpun dana dari para anggota berupa simpanan – simpanan kemudian menyalurkannya pada anggota yang membutuhkan pinjaman, yang mewajibkan anggota tersebut untuk mengembalikan pokok kredit disertai dengan bunga yang sesuai dengan jangka waktu yang telah disepakati bersama.
Koperasi Simpan Pinjam Desa Buko yang diberi nama Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinjam atau yang di kenal dengan sebuta UED SP dalam kegiatan usahanya, mampu dan telah melaksanakan fungsi dan tujuan didirikannya UED SP ini sendiri dengan baik bagi masyarakat desa Buko.

Meskipun banyak koperasi simpan pinjam yang sudah ada, namun UED SP Desa Buko mendapat tempat di hati masyarakat Desa Buko dalam hal akses keuangan di tengah – tengah menjamurnya lembaga keuangan lain dan pusat – pusat perbankan yang ada dekat wilayahnya, hal ini karena pelayanan yang diberikan oleh pengurus dan karyawan UED SP desa Buko sangatlah memuaskan sehingga hampir semua warga Desa Buko menjadi nasabah.
Selain tingkat pelayanan yang diberikan sumber daya manusia khusunya pengurus dan karyawan UED SP sangatlah baik hal ini terbukti dengan adanya karyawan UED SP yang pernah mengenyam pendidikan khusus perkoperasian.
Selain itu berbagai pelatihan dan pendidikan ketrampilan telah banyak diikuti oleh pengurus dan karyawan UED SP guna meningktakan kualitas pelayanan dan manajerialnya.
Disisi lain keberadaan UED SP ini sangatlah membantu warga Desa Buko yaitu dalam pemenuhan kebutuhan sumber modal bagi warga hal ini karena kebanyakan pendapatan warga yang musiman yang juga menjadi potensi bagi UED SP untuk meningkatkan Profitabilitasnya. Sehingga UED SP memiliki kelebihan modal yang juga akan berdapak pada potensi pembukaan kas pembantu di tempat lain selain di Desa Buko.